MUSIK ANSAMBEL


  • Pengertian Musik Ansambel

    • Ansambel adalah suatu penyajian music dengan mempergunakan alat musik sederhana.
    • Munurut bentuknya, dibedakan atas
      • Ansambel sejenis
      • Ansambel campuran
  • Praktek Bermain Musik Ansambel

    • Permainan ansambel pada hakekatnya adalah permainan bersama dari berbagai intrumen music dalam bentuk kerjasama dalam membawakan suatu lagu.
    • Dalam bermain ansambel sejenis, maka permainan music ini dilakukan oleh beberapa orang pemain dengan satu jenis alat musik, misalnyabermain ansambel gitar.
    • Ansambel campuran adalah permainan musik yang dimainkan oleh beberapa orang pemain dengan berbagai jenis seperti gitar, organ, trompet, dan sebagainnya.
    • Dalam penyajian musik ansambel terjalin kerja sama yang harmonis antara berbagai sifat instrumen melodis yang diiringi serta diatur perjalanannya oleh suara ritmis.
    • Penyajiaan musik ansambel memang sangat menarik, karena terjalin kerja sama dari berbagai sumber suara instrumen dengan cara menyuarakannya yang berbeda-beda, ada yang dipukul, dipetik, diketuk, ditekan, ataupun ditiup.
    • Dari jalinan kerja sama instrumen musik tersebut tidak semua instrumen musik mempunyai nada dasar yang sama.
      • Instrumen musik yang nada dasarnya “C” adakah gitar, biola, termasuk semua alat musik yang menggunakan keyboard.
      • Instrumen music yang nada dasarnya “Bes”, meliputi alat music tiup seperti clarinet, terompet, tenor, saxophone.
  • Syarat-syarat yang Harus Diperhatikan oleh Pemain Musik Ansambel

  1. Kedisiplinan

    Faktor disiplin yang menjadi syarat mutlak bagi pemain musik ansambel. Dalam hal ini pemain harus pandai-pandai membaca partitur sewaktu lagu sedang berjalan. Sebab di dalam partitur tidak ditemukan alat musik mana yang harus dimainkan serta alat musik mana yang tidak dimainkan.

  2. Lancar membaca notasi

    Kesuksesaan dalam bermain ansambel musik ditunjang oleh kelancaran dalam menbaca notasi. Secara individu pemain dituntut untuk mahir membaca notasi atau titi nada, sebab sekali lupa, maka akan terjadi seorang pemain akan berhenti, yang secara otomatis akan menggangu jalannya penyajiaan musik bagi pemain yang lain. Sehingga lantunan suara musik mengalami kejanggalan.

  3. Terampil Memainkan Intrumen/Alat musik

    Setelah kedisiplinan dijalankan dengan baik serta lancar dalam membaca notasi, maka langkah selanjutnya adalah terampil dalam memainkan alat musik. Seorang pemain musik harus benar-benar terampil memainkan alat musik yang dipegangnya. Untuk dapat menjadi pemain yang terampil perlu latihan yang serius dan teratur.

  4. Kekompakan atau Kerja sama yang Baik Antarpamain

    Keharmonisan sert keselarasan dlam sajian music ansambel adalah ditentukan adanya kekompakan antarpemain. Petunjuk serta saran-saran dari Pembina/peltih perlu ditaati.

  1. Memainkan Alat Musik Melodis dan Ritmis

  • Penggolongan Alat Musik

    Alat musik dapat digolongkan dalam beberapa golongan berdasarkan:

    • Sumber Bunyi

      • Akrofon, adalah alat music yang sumber bunyinya dari getaran udara, seperti: seruling, dan terompet.
      • Membranofon, adalah alat music yang sumber bunyinya dari selaput lukit atau plastik, seperti: gendang, rebana, dan drum.
      • Kordofon, adalah alat music yang sumber bunyinya dari dnar/dawai/tali, seperti: gitar, kecapi, biola dan harva.
      • Idiofon, adalah alat music yang sumber bunyinya dari alat itu sendiri, seperti: angklung, gong, dan ring bel.
      • Elektrofon, adalah alat music yang sumber bunyinya dibangkitkan oleh tenaga listrik. Contoh: organ listrik, gitar listrik, dan vibrafon.
  1. Cara Memainkan

  • Alat music yang dipukul, yaitu: drum, bongo,gendang, bonang dan saron.
  • Alat music yang dipetik, yaitu: gitar, harva, dan kecapi.
  • Alat music yang ditiup, yaitu: seruling, terompet danklarinet.
  • Alat music yang digesek, yaitu: biola, rebab, selo, dan bass.Selo dan bass dapat juga dimainkan dengan dipetik.
  • Alat music yang digetar, adalah angklung.
  1. Peranan

  • Kelompok melodi adalah alat music yang mengeluarkan susunan nada dalam bentuk lagu. Contohnya: piano dan gitar
  • Kelompok harmoni adalah alat music untuk keselarasan suara dalam mengiringi sebuah lagu. Contohnya: gitar pengiring, bass, biola, dan akordeon.
  • Kelompok ritmis, adalah alat music tak bernada yang berfungsi menstabilkan irama, misalnya ring bel, kastayet, dan triangle.

Memainkan alat music melodi

Untuk memainkan alat music, lebih baik dicari orang yang bisa memainkan alat-alat music melodis.

Seni Kriya Tekstil “Membuat Batik Ikat Celup”


1. Pengertian  Ikat-Celup

Celup ikat merupakan ragam hias kain yang dibentuk melalui proses celuprintang. Teknik ini membentuk corak dengan menutupi bagian-bagian kain yang tidak ingin terwarnai karena pencelupan. Ikat-celup menggunakan tali, benang, dan karet sebagai bahan penghambat atau perintang warna. Ikat -Celip dikenal dibeberapa daerah di Nusantara  dengan nama jumputan, tritik (Jawa Tengah dan Yogyakarta, Sasirangan (Banjarmasin), dan Pelangi (Palembang).

2. Alat dan Bahan Ikat-Celup

Alat yang digunakan untuk membuat karya seni kriya tekstil dengan teknik Ikat-celup, antara lain: tali, benang, karet. Benda-benda ini berfungsi sebagai alat pengikat bentuk-bentuk tertentu pada latar kain yang akan merintangi dan menghambat teresapnya warna pada bagian-bagian tersebut. Umumnyateknik Ikat-Celup menggunakan bahan dasar teksil dari serat alam, seperti: katun, sutra, atau rayon. Selain itu, juga digunakan alat pendukung pembentuk motif, seperti: kerikil, kelereng, biji-bijian, kayu, plastik, danjatim jahit.

Pewarna tekstil untuk Ikat-Celup menggunakan pewarna sintetik dengan pencelupan dingin. Zat pewarna sintetik ini dapat diklasifikasikan menjadi jenis pewarna langsung (rapid, procion, dan rhemazol) dan alat untuk proses pewarnaan, antara lain: mangkuk, baskom, atau ember. Ukuran dan jumlah alat-alat tersebut disesuaikan dengan jumlah dan jenis pewarna yang akan digunakan.

3. Menbut Ikat-Celup

Berikut ini adalah langkah-langkah membuat karya seni kriya tekstil dengan teknik ikat-celup.

a. Pembuatan corak

Teknik pembentukan corak pada ikat-celup terdiri dari teknik jumputan, lipat, gulung,dan jahit jelujur

1) Teknik jumputan, dilakukkan dengan memegang permukaan kain dengan ujung jari. Setelah itu, permukaan kain tersebut diikat drngan kuat. Cara mengikatnya dilakukan dengan ikatan datar, miring, dan kombinasi.

2) Teknik lipat, gulung, dan jelujur, dilakukan dengan cara meliputi, menggulung, atau menjelujur/menjahit kain. Setelah itu, kain ditarik samnpai terkumpul, lalu diikat hingga kencang.

Pada saat mengikat, jalinlah kain dengan kuat sehingga membentuk corak yang optimal. Untuk mendapatkan corak tertentu, bagian pada latar kain diisi dengan kerikil atau biji-bijian, selanjutnya bahan-bahan pendukung ini memudahkan zat warna masuk kedalam pori-pori kain. Setelah semua rancangan diikat, kain siap diwarnai, yitu dengan cara dicelup.

Teknik jahit yang digunakan dalah jahit jelujur dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Seluruh corak dijahit di bagian pinggirnya dengan satu jahitan atau lebih. Setelah seluruh corak dijahit, benang ditrik dengan kuat hingga permukaan kain mengkerut, rapat, dan padat. kekuatan menarik benang ini perlu diperhatikan karena menentukan kualitas corak yang dihasilkan. Efek kerutan akan muncul membentuk corak yang sangat menarik. Penggambaran corak dilakukan terlebih dahulu diatas kertas, kemudian dibuat polanya di atas karton tebal. Corak ini kemudian digambar di atas kain berdasarkan pola dari karton tebal.

b. Pewarnaan

Pewarnaan ikat-celup dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu celup dan colet.

1) Pencelupan, dilakukan dengan cara memasukan seluruh bagian kain yang telah diikat kedalam larutan warna. Apalagi jumlah warna yang diinginkan lebih dari satu, pencelupan perlu dilakukan berulang-ulang untuk mendapatkan jumlah warna yang diinginkan. Namun sebelum sebelum pencelupan berikutnya, kita harus menutup bagian kain tertentu dengan bahan penutup pendukung seperti plastik atau bahan lentur lain yang kedap cairan.

Dengan teknik ringtang melalui ikatan dan jahitan akan muncul corak yang beragam. Pada saat mencelup janngan llupa menggunakan sarung tangan plastik, agar racun yang terkandung dalam zat pewarna tidak meresap ke dalam tubuh melalui pori-pori tangan.

2) Colet, Colet adalah cara memberi warna pada bagian-bagian tertentu di permukaan kain. Alat yang digunakan adalah kuas. Pencoletan biasanya dilakukan untuk mewarnai bagian corak yang kecil atu terlalu sedikit bila harus dicelup. Pada umumnya teknik pewarnaan pada ikat-celupsering dilakukan dengan memadukan colet dan celup untuk mendapatkan kain dengan corak yang kaya warna.

3) Penyelesainan akhir, setelah proses pewarnaan selesai, kain direndam dalam larutan pengikat warna agar tidak mudah luntur. Kemudian kain dicuci dan ditiriskan. Setelah itu diangin-anginkan sampai kering. Tujuannya adalah untuk menghentikan proses perembesan zat warna kedalam lekukan kain.

Teknik Vokal


A. Berlatih Kelenturan Suara dan Pernapasan

1. Seni musik vokal pada hakekatnya adalah seni musikyang disajikan oleh suara manusia.

2. Kegiatan berolah vokal dibidang seni musik dengan teknik yuang benar disebut menyanyi.

3. Penyanyi adalah orang yang membawakan seni musik.

4. Penyanyi yang baik harus mengetahui sekaligus menguasai kaidah-kaidah dan teknikteknikvokal. Untuk itu dibutuhkan ketekunan, keseriusan, dan kesinambungan.

5. Kelenturan suara perlu dilatih agar tidak mengalami kesulitan ketika melantunkan nada-nada.

6. Organ-organ yang menunjang produksi suara, antara lain:

a. paru-paru                                          e. rongga mulut

b. kerongkongan                                  f. lidah

c. trakhea                                                g. gigi

d. pita suara                                           h. bibir

B. Berlatih Membentuk Suara

1. Terbentuknya suara manusia tidak lain karena bergetarnya pita suara sebagai sumber bunyi yang digetarkan oleh udara dari dalam paru-paru.

2. Terbentuknya suara karena kerjanya alat-alat ucap seperti mulut, bibir, gigi, maupun lidah.

3. Ada 6 faktor yang mempengaruhi kualitas suara, yaitu:

a. volume suara                                       d. resonansi

b. mutu suara                                            e. vibrasi

c. artikulasi                                                 f. intonasi

C. Menyanyikan lagu dengan teknik vokal

1. Sebuah lagu yang disajikan dengan teknik vokal yang benar tentu akan terasa enak dan indah apabila didengarkan.

2. Untuk dapat menyajikan lagu dengan baik dan benar, terlebih dahulu kita harus menjiwai lagu yang hendak dibawakan.

3. Penjiwaan terhdap lagu dapat dapat dilakukan dengan cara :

a. Memahami isi.

b. Memahami tema lagu.

c. Memahami isi/kandungan lagu.

4. Pemahaman terhadap suatu lagu dengan cara menyimak syair atau memperhatikan pola melodi lagu.

5. Penjiwaan lagu sering disebut dengan interpretasi.

6. Setelah terjiwai dengan baik barulah dapat diekspresikan , maksudnya bagaimana seorang penyanyi dapat menampilkan suatu lagu sesuai dengan karakter lagunya.

7. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menampilkan suatu lagu:

a. Penampilan diusahakan sesuai dengan karakter lagu. Sehingga roman muka harus disesuaikan dengan jiwa lagu. Apakah lagu yang disajikan itu bernuansa sedih, riang, bersemangat, ataukan sentimentil hendasknya dibedakan dalam penampilannya.

b. Mimik muka ketika menyanyikan lagu riang berbeda dengan ketika menyanyikan lagu yang bernuansa sedih dan sentimentil.

c. Ketika lagu harus dinyanyikan dengan gerakan tangan maupun kaki, hendaknya dilakukan secara wajar jangan berlebihan.

Seni Rupa Terapan Daerah (2)


B. Keunikan Gagasan dan Teknik Senni Rupa Terapan Daerah

Setempat

1. Gagasan Seni Rupa Terapan

Gagasan disebut juga ide untuk karya seni. Pada karya cipta seni terapan

dibedakan antara seni kriya dan desain.

a.  Seni Kriya (Seni Kerajinan)

Seni kriya adalah suatu usaha membuat barang – barang  hasil   pekerjaan

tangan,  atau  dapat  pula  berarti   pekerjaan  tangan.   Benda  seni    kriya

biasanya dibuat untuk dipergunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup

sehari – hari sekaligus  melesrarikan  tradisi   kesenirupaan suatu daerah.

Hal  ini  artinya  seni  rupa dibuat   oleh  masyarakat  tertentu  ciri    khas

daerahnya. Gagasan seni daerqah umunya terikat aturan-aturan tertentu

berupa adat dan  tradisi daerah setempat.

Contoh pembuatan karya seni kriya (terapan) daerah setempat serta

tujuannya, antara lain sebagai berikut:

  • Membuat hiasan dan perabot rumah tangga untuk rumah adat.
  • Membuat pakaian adat pengantin dan pakaian daerah setempat
  • Membuat seni batik atau tenun secara tradisi  turunb temurun dengan pola, teknik, dan bahan yang sama
  • Membuat kerajinan merasngkai janur sebagai  hiasan upacara adat
  • Membuat ketupat untuk menyambut Idul Fitri
  • keperluan regius, untuk upacara keagamaan, untuk sesaji laut, atau bersih desa

b. Desain

Desain merupakan perencanaan sebelum berproses berkarya seni rupa.

Desain seni teraqpaan daerah disiptakan dengan tujuan untuk memenuhi

kebutuhan  konsumen  akan  produk  seni.  Prosdur  merupakan    upaya

menjembatani  antara  harapan  pemakai  desain  (konsumen)     dengan

kenyataan yang ada (keadaan pasar).

1) Proses pembuatan desain meliputi 45 (empat) tahap, yaitu:

a) studi kelayakan

b) studi awal

c) studi detail (rinci)

d) pembuatan karya jadi.

2) Dalam meciptakan bentuk desain harus berpegang teguh pada prinsi-

prindip organisasi unsur seni (prinsip-prinsip desian), yang meliputi:

a) keseimbangan atau kesetimbangan ( balance)

b) kesatuan (unity)

c) irama (ritme)

d) kontras  ( berbeda jauh)

e) selaras atau serasi (harmoni)

3) Desain   karya  seni  terapan   tradisi   daerah   pada  umumnya   tidak

diketahui siapa penciptanya karena sudah  ada dan  dilanjutkan  dari

generasi  ke  generasi  berikutnyua  yang  diakui  sebagai masyarakat

daerah setempat atau milik umum.

contohnya, antara lain:

Macasm – macam  motif  ragam  hias  daerah  yang beraneka ragam,

seperti: motif, untuk wayang, geometris, garis potong (motif tangga,

kawung,  meander/swastika,  fauna,  flora/ bunga,   tubuh  manusia,

alam/matahari, bumi, bulan, binatang, api, air, anyaman, dan motif

religius.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.