MERENCANAKAN PAMERAN DAN PERGELARAN SENI


A. Perencanaan    

  1. Pengertian Pameran dan Pergelaran
    1. Pameran dan pergelaran adalah mempekenalkan, menggerlar, atau mempertunjukan jasa atau prestasi kepada khalayak umum.
    2. Pameran mengarah kepada seni rupa dan kerajinan tangan.
    3. Pergelaran mengarah kepada seni music, seni tari maupun seni drama
    4. Pergelaran merupakan puncak dari suatu kegiatan.
    1. Macam-macam Pameran
      1. Menurut jumlah pesertanya
        1. Pameran tunggal, yaitu opameran yang hanya diselenggarakan secara individual (perorangan).
        2. Pameran kelompok/bersama, yaitu pameran yang diselenggarakan oleh beberapah seniman/pengrajin.
      2. Menurut sifatnya.
        1. Pameran incidental, yaitu pameran yang diselenggarakan secara berkala yang didasarkan atas kebutuhan yang ada, misalnya: pameran kaligrafi guna mengongsong perayaan Iro’ Mi’raj.
        2. Pameran rutin, yaitu opameran yang diselenggarakan pada periode tertentu secara tetap dan berkelanjutan. Misalnya: pentras seni yang dilakukan setiap akhir semester.
        3. Pameran permanen, yaitu pameran yang diselenggarakan secara tetap terbuka dan terus menerus.
      3. Menurut ragam jenis karya yang digelar
        1. Pameran homogeny, yaitu pameran yang menggelar berbagai jenis karya seni.
        2. Pameran heterogen, yaitu pameran yang hanya menggelar satu jenis karya seni yang seragam.
      4. Menurut tempat berlangsungnya
        1. Pameran terbuka, yaitu pameran yang diselenggarakan di luar ruangan secasra terbuka.
        2. Pameran tertutup, yaitu pameran yang diselenggarakan dalam ruangan gedung.
        3. Pameran bergerak, yaitu pameran dengan menggunakan alat yang bergerak, misalnya mobil.
    2. Sarana dan prasarana pameran

      Guna menunjang suksesnya pameran, maka diperlukan hal-hal sebagai berikut;

      1. Tempat atau ruangan yang memaai dan memenuhi persyaratan
      2. Papan panel atau sketsel
      3. Penerangan (lighting) cukup
      4. Pengeras suara (sound system)
      5. Katalog pameran dan pergelaran
      6. Meja dan kursi panitia
      7. Penghias ruangan , meliputi dekorasi dan pot bunga
      8. Buku tamu
      9. Buku pesan dan kesan
      10. Dana dari berbagai sumber
      11. Sarana informasi dasn publikasi
    3. Fungsi pameran dan pergelaran seni rupa dan kerajinan tangan
      1. Sebagai sarana edukasi
      2. Sebagai sarana informasi dan komunikasi
      3. Sebagi sarana rekreasi dan apresiasi
      4. Meningkatkan daya kreativitas siswa di bidang seni yang digelutinya
      5. Menumbuh kembangkan sikap rasa cinta terhadap karya seni
      6. Memupuk semangat kekeluargaan, kegotongroyongan dan kerjasama antar sesame siswa
      7. Memperluas sakrawala budaya nusantara di bidasng keseniaan
    4. Tujuan penyelenggaraan pameran dan pergelaran seni rupa
      1. Meningkatkan daya kreativitas, sportivitas dan ekspresi terhadap karya seni
      2. Mendidik siswa untuk belajar dan berlatih berdikari guna menyongsong era glabalisasi
      3. Memupuk siswa dalam mengekspresikan karya seni
      4. Menciptakan manusia Indonesia yang bermoral, berakhalk mulia, berbudi luhur, arif dan bijaksana
      5. Meningkatkan spoortivitas, disiplin dan tsnggung jawab
      6. Meningkatkan semangat siswa untuk berkarya guna menghadapi Negara yang baru dilanda krisis multidimensi
    5. Perencanaan pameran dan pergelaran seni rupa
      1. Dalam menyelenggarakan suatu pameran dan pergelaran seni rupa dan kerajinan tangtan perlu disiapkan perencanaan secara matang dan sedini mungkin.
      2. Bukti kongkrit adanya perencanaan pameran dasn pergelaran tertuang dalam bentuk proposal.
      3. Proposal adalah pengajuan secasra tertulis tentang garis besar segala kegiatan yang akan dilaksanakan.
      4. Hal-hal yang termuat dalam proposal
        1. Pendahuluan
        2. Dasar pemikiran
        3. Tujuan Kegiatan
        4. Waktu Kegiatan
        5. Biaya /Sumber Dana
        6. Penutup
    6. Haslk karya seni yang dapat dipamerkan dan digelar
      1. Bidsang seni rupa dasn kerajian tangan
        1. Seni lukis
        2. Seni patung
        3. Seni ukur
        4. Seni batik
        5. Seni arsitektur
        6. Seni fotografi
        7. Seni anyaman
        8. Circuit / rangkaian elektronik
      2. Bidang seni music
        1. Lagu pop
        2. Lagu daerah
        3. Lagu langgam
        4. Lagu hiburan
        5. Lagu perjuangan
        6. Lagu keroncong
        7. Music ansambel
      3. Bidasng seni tari
        1. Tari kupu-kupu
        2. Tari sekar putri
        3. Tari anjasmara
        4. Tari jaipong, dan tari-tari dari daerah lain
    7. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum menyelenggarakan pameran dan pergelaran karya seni
      1. Menentukan tema pameran dan pergelaran
        1. Tema adalah segala sesuatu yang dapat memberikan gambaran tentang hal-hal yang hendak dicaspai dari kegiatan pameran dan pegelaran itu sendiri
        2. Tema merupakan sarana penunjang dan pendukungsuksesnya suatu kegiatan.
        3. Tema pergelaran harus ditentukan terlebih dahulu sebelum kegiatan berlangsung. Sebab padaelaran harus ditentukan terlebih dahulu sebelum kegiatan berlangsung. sebab dicaspai an.
          perencanaan secara matang dan sedihakekatnya segala apa yang digelar nanti harus dengan latar belakang apa yang hendak kita laksanakan
        4. Sebagai contoh kita akan menyelenggarakan pameran dan pergelaran dalam acara:
  • Memperingati hari bedar agama
  • Reuni besar
  • Lustrum
  • Lomba antar kelas
  • Hari besar nasional
  • Dan lain-lain
  1. Menentukan rencana kegiatan
    1. Setelah kita menetukan tema pameran dasn pergelaran langkah berikutnya adalah membuat dan mentukan rencana kegiatan.
    2. Perencanaan yang baik akan membuahkan hasil pelaksanaan yang baik pula
    3. Beberapoa hal yang perlu diperhatikan daslam menentukanperencanaan pameran dasn pergelaran adalah:
      1. Maksud dan tujuan pergelaran
      2. Waktu dasn tempat pelaksanaan
      3. Bentuk pergelaran
      4. Langkah kerja:
  • Tahap persiapan
  • Tahap pelaksanaan
  • Tahap evaluasi
  • Sarana pendukung
  1. Perencasnaan perlu diadakan guna mencapai tujuan, dengan metode yang tepat guna dan berhasil guna.
  2. Hal-hal yang terdaspat pada perencanaan hendaknya dituangkan dalam bentuk proposal
  3. Sebuah proposal mencakup tentang:
    1. Identitas penyelenggara
    2. Alamat penyelenggara
    3. Prakata/pembukaan
    4. Tema pergelaran
    5. Tujuan pameran dan pergelaran
    6. Hasil dan tanggal pelaksanaan
    7. Jadual kegiatan pameran dan pergelaran
    8. Tempat pergelaran
    9. Anggaran
    10. Sumber dana
    11. Susunan kepanitian.
  1. Menyusun program kepanitian
    1. Kegiatan pokokdalam menyusun program kegiatan, antara lain:
      1. Pembuatan proposal
      2. Pembuatan perizinan
      3. Pembuatan undangan
    2. Dalam hal ini, ketua dan sekretaris memegang peranan penting.
  1. Menentukan tempat pergelaran

    Hal-hal yang perlu dipertimbangkan daslam memilih tempat pameran dan pergelaran, antara lain:

    1. Kapasitas gedung untuk menampung para pengunjung
    2. Transportasi yang mudah dijangkau atau strategis
    3. Memiliki sarana dasn prasarana yang memadai
    4. Memiliki / menggunakan gedung yang popular
    5. Biaya murah kualitas terjamin
    6. Situasi aman, nyaman, dan menyenangkan
    7. Memiliki tempat parker
    8. Keamanan terjamn.

Contoh Proposal


Kegiatan Pergelaran Seni Dalam Rangka Pentas Seni

SMP Muslimin Sindangkerta

A. Pendahuluan

Seni merupakan suatu kreativitas manusia yang bersifat indah. Banyak  siswa di sekolah ini yang mempunyai keahlian di bidang seni yang belum terlihat oleh masyarakat. Dengan di selenggarakannya Pergelaran Seni, semoga siswa-siswi di SMP Muslimin Sindangkerta bisa berkreasi di bidang seni. Maka dari itu kami perlu dukungannya baik berupa materi maupun spiritnya dalam pelaksanaan  pergelaran seni ini.

B. Dasar Kegiatan

- Menindaklanjuti program kerja OSIS SMP Muslimin Sindangkerta

- Saran dan petunjuk dari Kepala SMP Muslimin Sindangkerta

- Rapat pengurus OSIS tanggal 02 Oktober 2008

- Acara rutin OSIS

C. Tujuan Kegiatan

- Mengembangkan daya aktivitas dan kreativitas para siswa-siswi dalam bidang seni.

- Mengisi liburan sementer gasal tahun pelajaran 2008/2009

- Melestarikan kebudayaan peninggalan para leluhur yang adi luhung

D. Waktu dan tempat pelaksanaan

1. Waktu      ;

- tanggal : 19 – 22 Desember 2008

- jam         : 08.00 sampai selesai

2. Tempat    ; Kampus SMP Muslimin Sindangkerta

E. Biaya

- Gotong royong dari siswa-siswi SMP Muslimin Sindangkerta

- Subsidi dari sekolah

F. Penutup

Demikianlah proposal ini kami buat, atas perhatiannya kami ucapkan terimakan,  dan tak lupa  kami haturkan terimakasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini. Kami berharap pergelaran ini berjalan dengan baik dan lancar, Amin.

 

Sindangkerta, 01 Desember 2008

Panitia Penyelenggara

 

Hasby Abdullah Faqih

 

Seni Kriya Tekstil “Membuat Batik Ikat Celup”


1. Pengertian  Ikat-Celup

Celup ikat merupakan ragam hias kain yang dibentuk melalui proses celuprintang. Teknik ini membentuk corak dengan menutupi bagian-bagian kain yang tidak ingin terwarnai karena pencelupan. Ikat-celup menggunakan tali, benang, dan karet sebagai bahan penghambat atau perintang warna. Ikat -Celip dikenal dibeberapa daerah di Nusantara  dengan nama jumputan, tritik (Jawa Tengah dan Yogyakarta, Sasirangan (Banjarmasin), dan Pelangi (Palembang).

2. Alat dan Bahan Ikat-Celup

Alat yang digunakan untuk membuat karya seni kriya tekstil dengan teknik Ikat-celup, antara lain: tali, benang, karet. Benda-benda ini berfungsi sebagai alat pengikat bentuk-bentuk tertentu pada latar kain yang akan merintangi dan menghambat teresapnya warna pada bagian-bagian tersebut. Umumnyateknik Ikat-Celup menggunakan bahan dasar teksil dari serat alam, seperti: katun, sutra, atau rayon. Selain itu, juga digunakan alat pendukung pembentuk motif, seperti: kerikil, kelereng, biji-bijian, kayu, plastik, danjatim jahit.

Pewarna tekstil untuk Ikat-Celup menggunakan pewarna sintetik dengan pencelupan dingin. Zat pewarna sintetik ini dapat diklasifikasikan menjadi jenis pewarna langsung (rapid, procion, dan rhemazol) dan alat untuk proses pewarnaan, antara lain: mangkuk, baskom, atau ember. Ukuran dan jumlah alat-alat tersebut disesuaikan dengan jumlah dan jenis pewarna yang akan digunakan.

3. Menbut Ikat-Celup

Berikut ini adalah langkah-langkah membuat karya seni kriya tekstil dengan teknik ikat-celup.

a. Pembuatan corak

Teknik pembentukan corak pada ikat-celup terdiri dari teknik jumputan, lipat, gulung,dan jahit jelujur

1) Teknik jumputan, dilakukkan dengan memegang permukaan kain dengan ujung jari. Setelah itu, permukaan kain tersebut diikat drngan kuat. Cara mengikatnya dilakukan dengan ikatan datar, miring, dan kombinasi.

2) Teknik lipat, gulung, dan jelujur, dilakukan dengan cara meliputi, menggulung, atau menjelujur/menjahit kain. Setelah itu, kain ditarik samnpai terkumpul, lalu diikat hingga kencang.

Pada saat mengikat, jalinlah kain dengan kuat sehingga membentuk corak yang optimal. Untuk mendapatkan corak tertentu, bagian pada latar kain diisi dengan kerikil atau biji-bijian, selanjutnya bahan-bahan pendukung ini memudahkan zat warna masuk kedalam pori-pori kain. Setelah semua rancangan diikat, kain siap diwarnai, yitu dengan cara dicelup.

Teknik jahit yang digunakan dalah jahit jelujur dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Seluruh corak dijahit di bagian pinggirnya dengan satu jahitan atau lebih. Setelah seluruh corak dijahit, benang ditrik dengan kuat hingga permukaan kain mengkerut, rapat, dan padat. kekuatan menarik benang ini perlu diperhatikan karena menentukan kualitas corak yang dihasilkan. Efek kerutan akan muncul membentuk corak yang sangat menarik. Penggambaran corak dilakukan terlebih dahulu diatas kertas, kemudian dibuat polanya di atas karton tebal. Corak ini kemudian digambar di atas kain berdasarkan pola dari karton tebal.

b. Pewarnaan

Pewarnaan ikat-celup dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu celup dan colet.

1) Pencelupan, dilakukan dengan cara memasukan seluruh bagian kain yang telah diikat kedalam larutan warna. Apalagi jumlah warna yang diinginkan lebih dari satu, pencelupan perlu dilakukan berulang-ulang untuk mendapatkan jumlah warna yang diinginkan. Namun sebelum sebelum pencelupan berikutnya, kita harus menutup bagian kain tertentu dengan bahan penutup pendukung seperti plastik atau bahan lentur lain yang kedap cairan.

Dengan teknik ringtang melalui ikatan dan jahitan akan muncul corak yang beragam. Pada saat mencelup janngan llupa menggunakan sarung tangan plastik, agar racun yang terkandung dalam zat pewarna tidak meresap ke dalam tubuh melalui pori-pori tangan.

2) Colet, Colet adalah cara memberi warna pada bagian-bagian tertentu di permukaan kain. Alat yang digunakan adalah kuas. Pencoletan biasanya dilakukan untuk mewarnai bagian corak yang kecil atu terlalu sedikit bila harus dicelup. Pada umumnya teknik pewarnaan pada ikat-celupsering dilakukan dengan memadukan colet dan celup untuk mendapatkan kain dengan corak yang kaya warna.

3) Penyelesainan akhir, setelah proses pewarnaan selesai, kain direndam dalam larutan pengikat warna agar tidak mudah luntur. Kemudian kain dicuci dan ditiriskan. Setelah itu diangin-anginkan sampai kering. Tujuannya adalah untuk menghentikan proses perembesan zat warna kedalam lekukan kain.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.