Fungsi Karawitan


Karawitan merupakan peninggalan leluhur yang sangat berharga. Selain sebagai bentuk seni yang tinggi, karawitan juga mempunyai fungsi dalam lingkup kemasyarakatan. Karawitan yang ditampilkan di dalam upacara adat dapat berdampak positif kepada para pemain dan penontonnya. Adapun dampak positif yang dapat tumbuh dari pagelaran karawitan, yaitu :

  • Menumbuhkan rasa kekeluargaan,
  • Menanamkan nila-nilai luhur,
  • Menghilangkan sifat brutal,
  • Menambah kreativitas,
  • Memupuk kerja sama, dan
  • Menghibur serta menghilangkan rasa gundah atas kehidupan.

Dilihat dari cara penyajiannya, karawitan mempunyai tiga fungsi, yaitu ungkapan jiwa, apresiasi, dan hiburan.

  1. Ungkapan Jiwa

    Fungsi ungkapan jiwa digunakan oleh seniman untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam jiwanya.

  2. Apresiasi

    Fungsi apresiasi tumbuh ketika penonton telah selesai melihat pergelaran karawitan. Akan muncul di benak penonton sebuah pengalaman baru setelah melihat pergelaran tersebut.

  3. Hiburan

    Karawitan dapat berfungsi sebagai hiburan jika seseorang dapat terhibur dan senang ketika memainkan atau melihat pergelaran karawitan.

    Selain tiga fungsi yang telah diuraikan di atas, ada pula fungsi fungsional yang terdapat dalam karawitan, di antaranya sebagai musik pengiring, sosial, dan komersial.

  4. Musik Pengiring

    Karawitan berfungsi sebagai musik pengiring bila kedudukannya hanya menjadi salah satu bagian dari seluruh pergelaran. Dengan kata lain, ada fungsi yang lebih penting selain tujuan dari karawitan.

  5. Sosial

    Tidak sedikit sajian karawitan yang difungsikan sebagai sarana untuk tujuan sosial, seperti pendidikan, penerangan, kampanye politik, agama, dan lain-lain. Hal ini tak lain untuk mempengaruhi jiwa atau mengubah pikiran yang mendengarkannya.

  6. Komersial

Seiring kemajuan zaman dan kebutuhan hidup manusia yang terus meningkat, karawitan tidak hanya dimainkan untuk memenuhi kepuasan yang bersifat batiniah atau spiritual semata, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan jasmaniah atau materi. Dengan kata lain, para seniman menggeluti profesi karawitan untuk mendatangkan penghasilan.

Pakaian dan Adab Karawitan


Pakaian merupakan salah satu unsur penting dalam pergelaran karawitan. Oleh karena itu, para pemain hendaknya tidak asal-asalan dalam memilih pakaian. Pakaian yang dikenakan saat pergelaran biasanya adalah pakaian adat daerah para pemain. Jika para pemain berasal dari Jawa, maka mereka akan mengenakan pakaian adat Jawa. Begitu pula mereka yang berasal dari daerah Sunda, Bali, Madura, Sumatera atau Kalimantan, mereka akan mengenakan pakaian adat daerahnya.

Pergelaran karawitan berkaitan erat dengan adat dan budaya. Adat dalam memainkan karawitan salah satunya adalah berprilaku sesuai dengan adat dan budaya daerah setempat. Para pemain harus bersikap sopan kepada para penonton. Begitupun ketika memainkan gamelan harus senantiasa memukul dengan benar. Tidak diperkenankan memukul gong terlalu kencang atau meletakkannya di sembarang tempat baik sebelum maupun sesudahnya permainan.

Jenis-Jenis Karawitan


Ditinjau dari cara penyajiannya, karawitan dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu Karawitan Sekar (vokal), Karawitan Gending (instrumen), dan Karawitan Sekar Gending (campuran).

1. Karawitan Vokal (sekar)

sesuai namanya, penyajian dalam Karawitan Sekar lebih mengutamakan unsur vokal atau suara. Bagus tidaknya penampilan Karawitan Sekar sangat bergantung pada kelihaian sang vokalis ketika melantunkan “sekarnya”.

Apa itu sekar? Sekar adalah pengolahan vokal yang khusus dilakukan untuk menimbulkan rasa seni yang erat berhubungan dengan indra pendengaran. Sekar erat bersentuhan dengan nada, bunyi atau alat-alat pendukung lainnya yang selalu akrab berdampingan.

Sekar berbeda dengan bicara biasa. Lantunan sekar mempunyai citrarasa seni yang sangat dalam. Meskipun demikian, sekar sangat dekat dengan ragam bicara atau dialek, seperti sekar sunda yang dekat dengan dialek Cianjur, Garut, Ciamis, Majalengka, dan sebagainya.

2. Karawitan Gending (Instrumen)

Berbeda dengan Karawitan Sekar, Karawitan Gending lebih mengutamakan unsur instrumen atau alat musik dalam penyajiannya. Macam-macam alat gending dalam karawitan cukup banyak, diantaranya adalah gomg, gendang, kleneng, sinter, gambling, dan sebagainya.

3. Karawitan Sekar Gending (campuran)

Karawitan Sekar Gending merupakan salah satu bentuk kesenian gabungan antara Karawitan Sekar dan Gending. Dalam penyajiannya, karawitan ini tidak hanya menampilkan salah satu di antara keduanya, tetapi juga kedua karawitan ini ditampilkan secara bersama-sama agar menghasilkan karawitan yang bagus.

Adapun yang termasuk dalam penyajian  Karawitan Sekar Gending di antaranya adalah degung kawih, kliningan, celempungan, kecapi kawih, dan gending karesmen.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.