Seni Rupa Terapan Daerah (2)


B. Keunikan Gagasan dan Teknik Senni Rupa Terapan Daerah

Setempat

1. Gagasan Seni Rupa Terapan

Gagasan disebut juga ide untuk karya seni. Pada karya cipta seni terapan

dibedakan antara seni kriya dan desain.

a.  Seni Kriya (Seni Kerajinan)

Seni kriya adalah suatu usaha membuat barang – barang  hasil   pekerjaan

tangan,  atau  dapat  pula  berarti   pekerjaan  tangan.   Benda  seni    kriya

biasanya dibuat untuk dipergunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup

sehari – hari sekaligus  melesrarikan  tradisi   kesenirupaan suatu daerah.

Hal  ini  artinya  seni  rupa dibuat   oleh  masyarakat  tertentu  ciri    khas

daerahnya. Gagasan seni daerqah umunya terikat aturan-aturan tertentu

berupa adat dan  tradisi daerah setempat.

Contoh pembuatan karya seni kriya (terapan) daerah setempat serta

tujuannya, antara lain sebagai berikut:

  • Membuat hiasan dan perabot rumah tangga untuk rumah adat.
  • Membuat pakaian adat pengantin dan pakaian daerah setempat
  • Membuat seni batik atau tenun secara tradisi  turunb temurun dengan pola, teknik, dan bahan yang sama
  • Membuat kerajinan merasngkai janur sebagai  hiasan upacara adat
  • Membuat ketupat untuk menyambut Idul Fitri
  • keperluan regius, untuk upacara keagamaan, untuk sesaji laut, atau bersih desa

b. Desain

Desain merupakan perencanaan sebelum berproses berkarya seni rupa.

Desain seni teraqpaan daerah disiptakan dengan tujuan untuk memenuhi

kebutuhan  konsumen  akan  produk  seni.  Prosdur  merupakan    upaya

menjembatani  antara  harapan  pemakai  desain  (konsumen)     dengan

kenyataan yang ada (keadaan pasar).

1) Proses pembuatan desain meliputi 45 (empat) tahap, yaitu:

a) studi kelayakan

b) studi awal

c) studi detail (rinci)

d) pembuatan karya jadi.

2) Dalam meciptakan bentuk desain harus berpegang teguh pada prinsi-

prindip organisasi unsur seni (prinsip-prinsip desian), yang meliputi:

a) keseimbangan atau kesetimbangan ( balance)

b) kesatuan (unity)

c) irama (ritme)

d) kontras  ( berbeda jauh)

e) selaras atau serasi (harmoni)

3) Desain   karya  seni  terapan   tradisi   daerah   pada  umumnya   tidak

diketahui siapa penciptanya karena sudah  ada dan  dilanjutkan  dari

generasi  ke  generasi  berikutnyua  yang  diakui  sebagai masyarakat

daerah setempat atau milik umum.

contohnya, antara lain:

Macasm – macam  motif  ragam  hias  daerah  yang beraneka ragam,

seperti: motif, untuk wayang, geometris, garis potong (motif tangga,

kawung,  meander/swastika,  fauna,  flora/ bunga,   tubuh  manusia,

alam/matahari, bumi, bulan, binatang, api, air, anyaman, dan motif

religius.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Seni Rupa Terapan Daerah (1)


A.Jenis-Jenis Karya Seni Rupa Terapan

1. Pengertian Seni Rupa

Seni rupa adalah  seni    yang  pengungkapkannya diwujudkan dalam

bentuk     rupa dengan unsur – unsur garis, bidang,  warna,  tekstur,  titik,

ruang,  dan value (gelap terang).

2. Jenis-jenis seni rupa terapan

a. Menurut Matra/Dimensi (Ukuran, Bentuk)
Jenis matra seni rupa ada dua macam, yaitu:
1) Seni rupa datar dengan dua ukuran (dwimatra)
Seni rupa ini berbentuk dastar dengan dua ukuran(panjang dan
lebar), hanya dapat dipandang dari depan saja
Contohnya: gamar, lukisan, mozaik, sulaman dan anyaman.
2) Seni rupa tiga dimensi (trimatra)
Seni rupa ini memiliki ukuran panjang, lebar, tinggi dan isi.
Dapat dipandang dari berbagai arah pandangan.
Contoh: seni bangun, patung, diaroma, mebel, dan maket.
b. Menurut Teknik dan Cara Pembuatannya
Jenis teknik (cara membuat) seni rupa, yaitu:
1) Teknik pada seni rupa dua dimensi, meliputi: arsir, blok,
transparan, gosok, sablom, dan kuas.
2) Teknik pada seni rupa tiga dimensi, meliputi: pahat, cetak(cor),
sambung, plester, dan membentuk.
c. Menurut Gaya atau Aliran (Paham)
Jenis gaya atau aliran seni rupa, meliputi: naturalisme, realisme,
impresionisme, ekspresionisme, surrealisme, romantisme,klasikisme,
kubisme, abstrak, pointilisme, dan primitivisme.
d. Menurut Tujuan Pembuatan
Jenis seni rupa menurut tujuannya dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
1) Karya seni rupa murni (pure art)
Karya seni rupa murni diciptakan sebagai sarana atau media
berkreasi, rekreasi, terapi, dan kkomunikasi.
2) Karya seni rupa terapan
Karya seni rupa terapan diciptakan untuk tujuan fungsional
atau memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis.
e. Menurut Teknik dan Media yang Digunakan
Berdasarkan teknik dan media yang digunakan dibagi 5, yaitu:
1) Karya Tekstil
2) Karya Patung
3) Karya Patung
4) Karya Logam
5) Karya Anyaman
f. Menurut Fungsinya
Seni rupa menurut fungsinya, dapat dibedakan menjadi:
1) Karya seni rupa murni (fine art)
Karya  seni rupa murni  adalah  karya seni rupa untuk  keperluan
mewujudkan   ekspresi,   gagasan,  dan   imajinasi    secara    bebas
tanpa terikat dan tidak berhubungan dengan unsur fungsi produk.
2) Karya seni rupa pakai (Appleid art)
Karya  sen  i rupa pakai  adalah  karya seni  yang  hasil    karyanya
langsung dapat dipergunakan fungsinya oleh kehidupan  manusia

Baca tulisan ini lebih lanjut

Seni Kriya Tekstil


1. Pengertian Seni Kriya

Seni Kriya adalah seni yang dibuat dengan keterampilan tangan yang         memiliki nilai indah (estetik) dan nilai seni (artistik). Seni kriya atau kerajinan digolongkan ke dalam seni terapan dengan menghasilkan benda-benda guna (pakai) yang diciptakan untuk tujuan fungsional. Selain itu seni kriya juga diciptakan untuk tujuan melestarikan seni rupa tradisional (Nusantara). Seni kriya ini bisanya digarap oleh masyarakat tertyentu sebagai ciri khas daerah setempat.

2. Jenis Seni Kriya

Jenis kriya atau seni kerajinan meliputi dua dimensi dan tiga dimensi.

a. Seni kriya dua dimensi, diantaranya

- mozaik                                                       – kerajinan bordir

- renda                                                         – sulaman

- aplikasi                                                     – kruistik

- hiasan dinding.

b. Hasil karya seni kriya tiga dimensi, diantarnya

- Benda kerajina kramik

- Kerajinan anyaman

- Kerajinan kulit

- Benda mainan anak-anak

- Kerajinan topeng, wayang golek

- Seni ukir dari batu, logam, kayu

- Merangkai janur, bunga, sayuran

- Kerajina ems, perak, kuningan, perunggu, tembaga.

3. Pembuatan Seni Kriya

Pembuatan seni kriya y ang baik diawali dengan pembuatan desain atau rancangan. Desain dapat berupa gambar (dua dimensi) dan dapat berupa bentuk tiga dimensi kecil (miniatur).

Pembuatan desain seni kriya disamping sebagai sarana mencipta dan kreasi, diusahakan agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Hasil cipta seni kriya diharapkan agar dapat disenangi  dan diperlukan oleh orang banyak  atau masyarakat.

Seni kriya sebagai seni terapanatau seni pakai, selain untuk kegunaan praktis juga harus memerhatikan segi estetis atau keindahan. Untuk  itu diperlukan ketentuan atau persyaratan khusus. Karya seni kriya tekstil yang umumnya ada di Indonesia (Nusantara) adalah batik. Batik adalag gambar/lukisan yang dibuat pada kain dengan bahan lilin dan pewarna (naphtol), menggunakan alat canting dan atau kuas serta teknik tutup-celup. Batik dapat berupa gambar pola ragam hias atau lukisan yang eklusif. Menggambar atau melukis dengan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas desebut membatik.

Demi Misteri Gitar


Album-album itu tak laku sebanyak album-album grup atau penyanyi solo. Tapi keempat gitaris itu percaya diri untuk tetap masuk studio dan merekam karya-karyanya.

Tanpa gitar, barangkali, tak akan ada rock’n’roll. Atau, lebih tepat lagi, harus diakui bahwa gitar merupakan instrumen kunci dalam perkembangan aneka musik populer yang muncul sejak akhir 1940-an. Lebih spesifik harus disebut: gitar elektrik. Pemainnya malah sering menjadi “pahlawan”, lebih banyak ketimbang pemain instrumen lain. Apalagi gitaris yang memang berkonsentrasi pada instrumennya dalam berkarya: mereka yang menghasilkan album-album instrumental, atau yang spesifik memberi porsi signifikan bagi seni bermain gitar.

Sejumlah nama bisa disebut sebagai contoh: Django Reinhardt (1930-an), Hank Marvin (1950-an), John Mclaughlin dan Jeff Beck (1960-an), Al di Meola (1970-an), Allan Holdsworth, Joe Satriani, dan Steve Vai (1980-an), dan Marty Friedman serta Jason Becker (1990-an). Bisa juga ditambahkan Steve Hackett dan Steve Howe, dua gitaris dari era 1970-an yang masih aktif rekaman sampai kini dengan karya-karya yang tak pernah mengecewakan.

Di sini hampir tak ada gitaris seperti itu. Di antara kita mungkin ada yang pernah terkesan pada Jopie Item, Ian Antono, dan Eet Sjahranie. Tapi mereka bermain dalam format band dengan vokal; bahkan jika mereka menyisipkan bagian solo pada setiap lagu yang mereka bawakan, fokus utamanya tetap saja bukan gitar, melainkan organisasi band dengan peran merata bagi setiap personelnya. Lanskap berubah setelah Budjana berani mendobrak kebekuan. “Waktu itu saya nekad saja,” kata gitaris pendiri band pop Gigi ini tentang album debutnya, Nusa Damai (1997). Belakangan dia diikuti oleh Tohpati, Balawan, dan Donny Suhendra (yang sebenarnya terhitung senior). Merekalah yang rajin merilis album yang menjadi etalase keahlian mereka sebagai pemetik instrumen berdawai enam itu.

Gitar itu misteri, seperti wanita. Sampai mati mungkin baru ketemu 100 persen misterinya.
Sudah pasti album-album itu tak laku sebanyak album-album grup atau penyanyi solo. Tapi keempat gitaris itu percaya diri untuk tetap masuk studio dan merekam karya-karyanya. Dan lebih dari itu, mereka pun terhitung sering tampil live –Budjana kerap berduet dengan Tohpati, atau malah bertrio dengan Tohpati dan Balawan (lewat beberapa kali penampilan Trisum). Pertunjukan-pertunjukan mereka bahkan seperti big matches di arena Piala Dunia sepak bola, selalu sold out.

Dengan kata lain, mereka sanggup menjadikan musik gitar sebagai daya tarik. Musik mereka bisa berupa apa saja –selain lebih sering berupa instrumental, juga cenderung eksperimental (Budjana dalam solonya, Tohpati dengan simakDialog, atau, yang lebih mutakhir, dengan Ethnomission).

Saya tak tahu persis bagaimana mulanya orang-orang berminat pada jenis musik yang dihasilkan keempat gitaris itu. Tapi bagi saya semuanya merupakan perkembangan logis dari apa yang telah menundukkan saya sejak awal. Melalui album –Wish You Were Here (Pink Floyd, 1975) dan E.C. Was Here (Eric Clapton, 1975) –yang pertama kali saya beli sendiri dengan uang saku, saya sekaligus menjadi terbiasa dengan komposisi panjang yang terbagi menjadi beberapa bagian dan solo gitar. Ada track berjudul Shine On You Crazy Diamond dalam Wish You Were Here yang menjadi etalase David Gilmour dengan Fender Stratocaster-nya. Begitu pula dengan E.C. Was Here, di sinilah Clapton sebagai gitaris kembali bersinar setelah pulih dari kecanduan narkoba.

Setelah kedua album itu, hampir tak ada kesulitan yang menghadang begitu saya berturut-turut mengenal The Mahavishnu Orchestra (yang dikomandani gitaris John McLaughlin), Jeff Beck (setelah mulai bermain-main dengan jazz rock), Al Di Meola, juga Jan Akkerman. Semuanya berjalan seperti alami saja. Dan wajar pula jika semua yang saya dengarkan ikut memacu saya untuk bermimpi menjadi pemain gitar –mimpi yang tak pernah menjadi kenyataan, sebab sekeras apa pun saya berusaha bakat saya memang bukan di situ.

Mengapa gitar bisa begitu memukau? Video Guitar (produksi 1991), yang dipandu gitaris veteran Jeff “Skunk” Baxter dan dirancang sebagai ekskursi untuk menjawab apa dan mengapa gitar, menunjukkan betapa beragamnya alasan para gitaris kenamaan untuk memilih dan memainkannya –biar keren, untuk memikat perempuan, medium ekspresi yang menenangkan, instrumen yang bisa dibawa ke mana-mana, dan lain-lain. Walau begitu, ada satu hal yang tak seorang pun membantah: bahwa gitar memberi begitu banyak kemungkinan dalam mengolah musik. Meminjam kata-kata Budjana, “Gitar itu misteri, seperti wanita. Sampai mati mungkin baru ketemu 100 persen misterinya.”

Mereka yang tak memainkan gitar pasti tak sependapat. Tapi begitulah: sulit dibantah bahwa gitar hampir tak pernah absen dalam formasi band. Dan karena misteri itulah saya percaya bahwa bagi para peminat musik-musik gitar, mereka yang memainkannya maupun yang tidak, akan selalu ada batas-batas yang terus dilampaui: hal-hal baru, setidaknya sesuatu yang lebih maju, pasti muncul satu demi satu. Kejadiannya bisa kapan saja, dengan kemungkinan jeda yang panjang sekalipun.(Sumber Yohoo)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.