Menggambar Bentuk Tiga Dimensi dari Karya Seni Terapan Tiga Dimensi

Menggambar Bentuk Tiga Dimensi

  1. Kubistis (Balok)
    1. Pengertian benda bentuk kubistis

      Benda bentuk kubistis yaitu benda geometrik yang dibatasi oleh bidang-bidang datar, misalnya bentuk kubus, balok, meja, almari, kotak, radio, TV, buku, dan lain-lain. Benda bentuk kubistis digambar berkesan mempunyai ruang (volume) atau tidak datar.

    2. Hal-hal yang harus diperhatikan dan tidak boleh ditinggalkan dalam menggambar bentuk kubistis
  • Terjemahan bahan atau rasa bahan yaitu perwujudan sifat-sifat benda yang digambar sesuai dengan sifat bahannya. Misalnya batu dibuat dengan arsir atau titik-titik, benda mengkilat dinyatakan dengan garis-garis, dan sebagainya.
  • Komposisi yaitu susunan keseluruhan antara benda yang digambar dengan ruang gambar.
  • Perspektif yaitu gambar berdasar pandangan mata penggambar (pandangan kedalaman yang serasi dari wujud benda tersebut).
  • Proporsi yaitu ukuran perbandingan antara bagian yang satu dengan lainnya pada suatu benda.
  1. Silindris (Tabung)
    1. Pengertian benda bentuk silindris

      Benda bentuk silindris merupakan bagian dari bentuk geometris yang disebut juga dengan istilah bentuk tabung atau bentuk elips. Pada bentuk silindris, elips ini terdapat unsur lingkaran yang apabila dilihat secara perspektif tampak bulat yang disebut elips.

    2. Macam-macam bentuk benda silindris

      Bentuk-bentuk benda silindris beraneka macam, ada yang murni silindris (bentuk silindris) terdiri dari bidang lingkaran dan bidang datar. Ada benda bentuk silindris dengan luas penampang lingkaran yang berbeda.

    3. Bentuk-bentuk benda silindris

      Bentuk benda beraneka macam. Ada yang murni silindris atau bentuk silindris yang terdiri dari bidang lingkaran dan bidang datar. Ada pula bentuk silindris campuran/ganda, artinya beberapa bentuk silindris digabungkan dengan luas penampang lingkaran yang berbeda.

    4. Perspektif gambar bentuk silindris

      Bentuk silindris atau tabung bila kita lihat penampangnya akan tampak bulat pipih atau bulat telur yang disebut juga elips, pandangan lurus, dan pandangan bawah. Untuk ini selalu berpedoman pada garis cakrawala (garis horizon) dan titik lenyap (hilang) yang terletak pada garis horizon.

    5. Pencahayaan dan pembuatan bayang-bayang pada benda bentuk silindris

      Pencahayaan dan pebuatan bayang pada bentuk silindris dengan cara arsir/garis, teknik pembuatannya adalah searah dengan bidangnya yang melengkung.

    6. Teknik arsir dan pembuatan bayang-bayang

      Bila kita menggambar benda bentuk silindris dengan menggambar media garis atau arsir, maka teknik pembuatannya adalah searah dengan bidangnya yang melengkung. Cara membuat gelap terang (value) agar benda tampak realistik atau mempunyai plastisitas, maka harus berpedoman pada arah sinar/cahaya datang. Yang terkena langsung cahaya/sindar dibuat terang (putih) sedang yang tidak terkena cahaya/sinar dibuat gelap (kehitaman), pada umumnya disebut bayang-bayang tubuh. Bayangan yang terletak pada tanah atau dasar disebut bayang-bayang tanah, dibuat berdasar arah sudut datang sinar (cahaya).

Menggambar Benda Karya Seni Rupa Terapan Tiga Dimensi

 

Menggambar benda silindris beraneka macam. Ada yang murni silindris atau bentuk silindris terdiri dari bidang lingkaran dan bidang datar. Ada pula bentuk silindris campuran/ganda, artinya beberapa bentuk silindris digabungkan dengan dengan penampang lingkaran yang berbeda.

  1. Cara mengarsir atau mewarna, antara lain :
    1. Bagian benda yang mendapat cahaya langsung, tidak perlu diarsir.
    2. Bagian benda yang mendapat sebagian cahaya diarsir tipis-tipis.
    3. Bagian yang tidak mendapat cahaya diarsir tebal, pekat, dan gelap.
    4. Bagian bayang-bayang diarsir tebal dan rata.
  2. Teknik menggambar ekspresi, yaitu:
    1. Menggambar ekspresi merupakan sebuah objek yang ada di dalam angan-angan dan khayalan.
    2. Menggambar ekspresi disebut juga menggambar bebas yaitu bebas dalam berimajinasi dan bebas bereksperimen dalam menggambar yang memiliki nilai kepuasan dan keindahan.
    3. Komposisi disebut juga tata susunan.

      Komposisi dibagi menjadi 3 yaitu

  • Simetris
  • Asimetris
  • Sentral

Komposisi warna dapat dibedakan menjadi:

  • Warna kontras, yaitu pertemuan dua warna yang berlawanan. Misal biru dan orange
  • Warna harmonis ada 2 macam yaitu:
    • Warna analogis, yaitu susunan tingkatan warna yang berdekatan mengarah selain warna hitam dan putih.
    • Warna monokromatis, yaitu tingkatan warna mengarah ke warna putih atau hitam.
  1. Makrame yang berfungsi untuk gantungan pot
    1. Bahan dan alat yang digunakan:
  • Guting atau pisau cutter
  • Korek api
  • Meteran/alat ukur
  • Tali plastik/tampar sepanjang 36 meter
  1. Teknik berkarya
  • Masing-masing tali dipotong + 6 meter tali menjadi 6 potong.
  • Tali dilipat menjadi 2 bagian sama panjang.
  • Untuk lipatan tali (pangkal tali) diikat dengan jenis simpul ikat tali.
  • Untuk masing-masing yang menyeluruh disimpul dari atas dengan simpul rantai.
  • Tali yang menyeluruh dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok disimpul tali.
  • Setiap dua helai tali dimasukkan aksesoris yang jumlahnya disesuaikan/bebas.
  • Tempat pot disimpul tali rangkai (gabungan tali mati kor) dengan berkeliling yang lebarnya menyesuaikan diameter pot.
  • Langkah terakhir 12 helai tali dijadikan satu lagi dan disimpul dengan simpul, dan terakhir dibuat rumbai-rumbai.
About these ads

Perihal mbyarts
seseorang yang mau belajar tentang seni

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: